Artikel Cerita Sejarah

Blog Cerita Sejarah Beserta Riwayat Hidupnya | Asal Usul

Thursday

Kisah Cerita Nabi Saleh AS

Kumpulan Cerita Kisah Nabi dan Rosul Kali ini akan membahas Kisah 25 Nabi Semoga bermanfaat sumber kisah Nabi dari Fp Cerita Anak Kita juga Artikel Kisah Nabi dan Rosul dari Internet.

Kisah Cerita Nabi Saleh AS

Nabi Saleh AS, menurut silsilah, beliau adalah putra dari 'Ubaidah bin Tsamud bin 'Amir bin Iram bin Sam bin Nuh AS. Ia diutus ke tengah-tengah bangsa Tsamud yang hidup di bekas reruntuhan kaum Aad. Bangsa Tsamud ternyata lebih pandai daripada kaum Aad. Setelah kaum Aad binasa, negeri mereka menjadi tandus dan kering. Kemudian negeri ini dibangun kembali oleh kaum Tsamud, sehingga bagai disulap menjadi negeri yang hijau dan makmur. Akan tetapi seperti kaum pendahulunya, kaum Tsamud pun menjadi sombong dan lupa diri. Hukum rimba berlaku lagi, mereka yang kuat menekan mereka yang lemah. Mereka pun tidak mau mendengarkan dakwah Nabi Saleh AS. Mukjizat Nabi Saleh AS
Kaum Tsamud menantang Nabi Saleh AS menunjukkan mukjizat yang dikaruniakan Tuhan kepadanya. Menghadapi tuntutan yang demikian, tak ada jalan lain bagi Nabi Saleh kecuali memohon kepada Allah SWT agar memberikan mukjizat kepadanya. Allah mengabulkan doanya. Nabi Saleh AS kemudian mengajak kaumnya pergi ke kaki gunung. Orang-orang itu mengikuti ajakan Nabi Saleh, tapi sebenarnya bukan karena mereka mempercayai Nabi Saleh, melainkan karena mereka berharap agar Nabi Saleh tak dapat mengeluarkan mukjizat, dengan demikian mereka dapat mengolok-olok dan menghina Nabi Saleh. Tetapi betapa terkejutnya orang-orang kafir itu. Tak lama setelah mereka berkumpul di kaki gunung, muncullah seekor unta betina dari perut sebuah batu karang besar. Unta itu besar dan gemuk, belum pernah mereka melihat unta sebagus itu. Nabi Saleh kemudian berpesan pada kaumnya, "Inilah unta mukjizat dari Tuhanku. Unta ini boleh kalian peras susunya setiap hari. Susunya tidak akan habis-habis. Tetapi perhatikan pesanku, unta ini harus dibiarkan berkeliaran bebas, tak seorang pun boleh mengganggunya. Unta ini berhak meminum air di sumur, bergantian dengan penduduk. Jika hari ini unta ini minum, maka tak seorang pun dari penduduk boleh mengambil air sumur. Sebaliknya esok harinya, para penduduk boleh mengambil air sumur dan unta ini tidak minum air itu sedikit pun juga." Kedurhakaan kaum Tsamud
Tetapi rupanya keberadaan unta yang membawa berkah air susu ini membuat orang-orang kafir menjadi iri kepada Nabi Saleh. Mereka lalu mengadakan sayembara, siapa yang berani membunuh unta Nabi Saleh akan mendapatkan hadiah berupa gadis cantik. Tersebutlah dua orang pemuda yang nekad mengikuti sayembara ini. Mereka sudah sepakat akan menikmati hadiah gadis cantik itu bersama-sama. Sungguh mesum niat kedua pemuda ini. Demikianlah ketika unta itu baru saja minum di salah satu sumur penduduk, salah seorang dari pemuda itu melepaskan anak panah, tepat mengenai kaki unta. Unta itu berlari kesakitan, namun pemuda yang seorang lagi yang sudah siap dengan golok di tangan segera menghabisi unta itu. Mereka berhasil membunuh unta itu, dan memperoleh hadiah yang sudah dijanjikan. Setelah unta itu mati, orang-orang kafir merasa lega. Mereka dengan berani menantang Nabi Saleh, "Hai Saleh, unta yang kau banggakan itu sekarang sudah kami bunuh. Kenapa tidak ada balasan siksa bagi kami? Kalau kau memang utusan Allah, tentunya kau dapat mendatangkan siksa yang kau ancamkan kepada kami!"
Berkata Nabi Saleh, "Kalian benar-benar telah berbuat dosa. Sekarang kalian boleh bersenang-senang selama 3 hari. Sesudah lewat 3 hari, maka datanglah ancaman yang dijanjikan Allah kepadamu." Waktu 3 hari itu sebenarnya adalah kesempatan bagi bangsa Tsamud untuk bertobat, tetapi mereka malah mengejek Nabi Saleh dan menganggapnya hanya membual. Belum sampai 3 hari mereka datang lagi kepada Nabi Saleh dan berkata, "Hai Saleh, kenapa tidak kau percepat datangnya siksa itu kepada kami?"
Nabi Saleh menjawab, "Wahai kaumku, mengapa kalian meminta disegerakan datangnya siksa? Bukan malah meminta kebaikan? Mengapa kalian tidak meminta ampun kepada Allah, semoha kalian diberi ampun." Azab bagi kesombongan Kaum Tsamud
Diam-diam orang-orang kafir itu merasa takut. Bukankah ucapan Nabi Saleh selalu terbukti kebenarannya? Bagaimana kalau siksa itu benar-benar datang kepada mereka?
Maka untuk mencegah datangnya siksa itu, sehari sebelum waktu yang dijanjikan, mereka mengadakan rapat gelap. Mereka bermaksud membunuh Nabi Saleh agar siksa itu tak jadi diturunkan. Sungguh bodoh akal mereka dan sungguh keji tindakan mereka. Apakah mereka mengira siksaan Allah dapat dibatalkan hanya karena mereka membunuh utusan-Nya? Maha Suci Allah yang Maha Pengasih, Dia melindungi hamba-Nya, Nabi Saleh AS. Beliau selamat dari rencana pembunuhan yang keji itu. Sedang untuk kaum Tsamu sendiri, akibat kedurhakaan mereka, Allah SWT menurunkan azab yang sangat mengerikan. Bangsa Tsamud disambar petir yang meledak dan menggelegar membelah angkasa. Bumi juga ikut murka atas kesombongan bangsa yang ingkar itu. Gempa yang dahsyat telah menghancurkan dan memporak-porandakan tempat tinggal mereka yang megah dan besar. Sebelum azab diturunkan, atas kuasa Allah Nabi Saleh AS dan keluarnya mengungsi ke Ramlah, sebuah tempat di Palestina. Kisah Nabi Saleh AS termuat di Al Qur'an dalam 73 ayat yang tersebar di 11 surat, diantaranya surat Al-A'râf: 73-79, Hûd: 61-68, dan Al-Qamar: 23-32.

Nabi Saleh Berdakwah Kepada Kaum Tsamud

Kaum Tsamud melakukan perbuatan syirik dengan menyembah berhala. Oleh karena itu, Allah swt mengutus orang yang berasal dari kaum Tsamud untuk mengajarkan kebenaran dan jalan yang lurus. Dia adalah Nabi Saleh yang memiliki akhlak yang baik. Allah memerintahkan Nabi Saleh untuk mengajak kaum Tsamud untuk menyembah Allah semata. Nabi Saleh berkata, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu  dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya. Oleh karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya)” (QS. Hud : 61). Kaum Tsamud menolak seruan Nabi Saleh. Mereka meragukan kenabian dan kerasulan Nabi Saleh. Nabi Saleh berusaha terus berdakwah agar kaumnya mengikuti ajaran-Nya.

Pada suatu ketika, kaum Tsamud berkumpul di suatu tempat. Mereka membicarakan tentang ajaran yang dibawa oleh Nabi Saleh. Hasil pembicaraan mereka ialah meminta Nabi Saleh membuktikan kenabiannya. Ketika itu, kaum Tsamud meminta Nabi Saleh menunjukkan mukjizatnya dengan cara mengeluarkan seekor unta betina dari batu besar. Mereka mengira Nabi Saleh tidak akan mampu memenuhi permintaan mereka. Mereka tidak menyadari bahwa Allah Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Nabi Saleh bersedia memenuhi permintaan mereka dengan suatu syarat. Jika Nabi Saleh mampu memenuhinya, kaum Tsamud harus menerima ajaran Nabi Saleh. Kaum Tsamud pun menyanggupinya. Setelah itu, Nabi Saleh berdoa. Batu besar itu pun retak dan terbelah. Dari batu yang terbelah, keluarlah seekor unta betina sesuai dengan permintaan kaum Tsamud. Kaum Tsamud terkejut dengan kejadian tersebut. Seketika mereka terdiam, kemudian mereka terbagi menjadi dua. Sebagian dari mereka mau mengakui kenabian Nabi Saleh. Namun, sebagian besar yang lain tidak mengakuinya. Kaum Tsamud mengingkari janji mereka, mereka tetap saja berada dalam kesesatan, padahal mereka telah melihat tanda-tanda kekuasaan Allah.
Unta Betina Nabi Saleh

Nabi Saleh meminta kaum Tsamud untuk memberikan air minum kepada unta di telaga mereka sehari penuh. Sementara itu, mereka mendapatkan giliran air minum pada hari berikutnya. Unta Nabi Saleh juga dapat memakan rumput di mana pun. Nabi Saleh memerintahkan kaum Tsamud untuk tidak mengganggu unta tersebut. Jika mereka mengganggunya, azab Allah akan menimpa mereka. Kaum Tsamud tidak menyadari bahwa unta itu sebenarnya adalah suatu ujian bagi mereka. Allah hendak menguji keimanan mereka kepada Allah. Dalam surat Al-Qamar ayat 27, Allah berfirman, “Sesungguhnya kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah”. Sebagian dari mereka mematuhi perintah Nabi Saleh, sebagian yang lain enggan mematuhinya. Pada suatu hari, mereka bersepakat untuk membunuh unta Nabi Saleh. Ada Sembilan orang yang bertanggung jawab dalam pembunuhan unta Nabi Saleh. Di antaranya adalah Qadar bin Salaf dan Mushra bin Muhraj. Mushra melempar lembing yang kemudian mengenai kaki unta. Unta pun terjatuh. Kemudian, Qadar menyembelih unta tersebut dengan menggunakan pedangnya. Kaum Tsamud bergembira dengan penyembelihan unta Nabi Saleh. Mereka sama sekali tidak mengkhawatirkan azab Allah. Mereka tidak percaya bahwa Allah akan mengazab mereka.
Azab Bagi Kaum Tsamud

Kaum Tsamud meragukan perkataan Nabi Saleh tentang datangnya azab Allah. Mereka justru menantang Nabi Saleh untuk mendatangkan Azab. “Wahai Saleh ! Datangkanlah azab yang telah kamu janjikan kepada kami sekiranya kamu benar-benar utusan Allah, kata kaum Tsamud”. Nabi Saleh sangat sedih membayangkan bencana yang akan menimpa kaumnya. Nabi Saleh berkata, “Bersukarialah kamu sekalian selama tiga hari sebelum azab menimpa kalian”. Pada hari kamis, Allah menghujani mereka dengan batu-batu. Wajah mereka berubah menjadi kekuningan. Pada saat itu, pengikut Nabi Saleh naik ke atas gunung untuk menghindari bencana. Pada saat seluruh pengikut Nabi saleh berada di puncak gunung, tiba-tiba gunung menjadi tinggi menyentuh awan. Burung pun tidak mampu terbang mencapai puncak gunung.

Pada hari jumat, wajah kaum Tsamud yang ingkar berubah menjadi merah. Mereka menganggap bahwa hari pertama dan hari kedua merupakan kematian bagi mereka. Oleh karena itu, pada hari ketiga mereka bersukaria. Mereka menganggap hari kematian mereka telah berlalu, padahal pada hari itu azab bagi mereka akan datang. Pada hari itu, wajah mereka telah berubah menjadi hitam. Kaum Tsamud masih menunggu azab yang dijanjikan. Tiba-tiba terdengar suara menggelegar yang sangat menakutkan dari langit. Suara itu disertai dengan gempa bumi yang kuat. Demikian cepatnya mereka dihancurkan oleh Guntur itu. Mereka hancur lebur oleh Guntur itu dan tanpa bekas. Seakan-akan mereka tidak pernah ada. Tidak seorang pun yang selamat dari azab Allah kecuali yang beriman kepada-Nya.
Author Profile

About Tokoh Blog

Lorem ipsum dolor sit amet, consetetur sadipscing elitr, sed diam nonumy eirmod tempor invidunt ut labore et dolore magna aliquyam erat, sed diam voluptua.

0 Komentar Kisah Cerita Nabi Saleh AS

Post a Comment

Silahkan Kasih Saran.... yang sopan

Back To Top